Artis Terbaik Di Kanada Yang Harus Anda Ketahui

Artis Terbaik Di Kanada Yang Harus Anda Ketahui – Seniman di Kanada telah lama menggambar lanskap dan satwa liar di negara itu untuk mendapatkan inspirasi. Daftar seniman hebat Kanada ini menyoroti dua jenis bakat kreatif satu kelompok seniman, seperti Emily Carr, yang sejarah dan tradisi Kanada telah menjadi pengaruh paling penting dalam pengembangan karya mereka dan kelompok lain yang telah mengambil pendekatan yang lebih global, termasuk Janet Cardiff yang berbasis di Berlin. Bagaimanapun, pekerjaan mereka akan membantu Anda memahami sejarah dan identitas Kanada.

Emily Carr (1871-1945)

Emily Carr lahir di Vancouver, Kanada dan menghabiskan karirnya menulis dan melukis dengan tema-tema yang berkaitan dengan penduduk asli Pacific Northwest, budaya mereka, dan lanskap tempat mereka tinggal.

Pada tahun 1898, Carr melakukan perjalanan ke Ucluelet di pantai barat Pulau Vancouver dalam beberapa perjalanan yang terinspirasi seni, untuk menciptakan karya di antara orang-orang Nuu-chah-nulth sekelompok 15 suku yang terkait.

Pada tahun 1910, Carr pergi ke Eropa untuk mendidik dirinya sendiri tentang tren artistik yang dominan pada periode di sana. Dia belajar di Paris dan dengan pelukis modernis Harry Phelan Gibb.

Sekembalinya, beliau jadi salah satu ilustrator Kanada awal yang bawa style modernis serta pasca- impresionis ke negeri itu. Atensi artis bertumbuh bersamaan berjalannya durasi, serta lanskap, ternyata masyarakat asli, memimpin kanvasnya esok.

Shary Boyle( lahir 1972)

Sebagai perwakilan paviliun Kanada buat demonstrasi seni Venice Biennale ke- 55 pada tahun 2013, Shary Boyle sudah mengutip tempatnya di garis depan kancah seni kontemporer global.

Lulusan dari Ontario College of Art and Design, Boyle melintasi berbagai media, termasuk patung, gambar, lukisan, instalasi, dan pertunjukan. Dia mengeksplorasi seksualitas, ketidakadilan kelas dan gender, dan pengalaman alternatif manusia melalui penciptaan dunia yang sangat pribadi, seringkali folkloric.

bnlmtl – Musik sering berperan dalam instalasinya, karena seniman menyadari bahwa, jika dilakukan dengan benar, kombinasi visual dan akustik dapat meningkatkan pengalaman keduanya. Boyle juga terkenal dengan patung keramiknya yang rapuh dan terkadang menggelisahkan, menggabungkan manusia dan hewan dalam tema universal.

Agnes Martin (1912-2004)

Agnes Martin dibesarkan di Vancouver, tetapi pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1931. Meskipun Martin dianggap sebagai pelukis minimalis, ia dikenal memandang karyanya sebagai ekspresionisme abstrak.

Saat belajar di Universitas Columbia di New York, seniman itu diperkenalkan dengan Buddhisme Zen dan menjadi tertarik dengan pemikiran Asia sebagai seperangkat prinsip panduan. Martin menghormati pelukis Amerika abad pertengahan Mark Rothko atas keberhasilannya dalam melucuti seni hingga “nol”, sehingga kebenaran murni dapat terungkap melalui lukisannya.

Termotivasi oleh estetika reduksionis ini, Martin menyudahi buat kurangi karyanya sendiri, memantati representasi bumi untuk mimik muka keutuhan asli serta kenyataan transenden. Lukisannya dicirikan oleh kisi- kisi lembut serta aspek warna halus.

Baca Juga : 9 Seniman Yang Wajib Dikunjungi di La Biennale de Montreal

Bill Reid (1920-1998)

Bill Reid membuat tanda substansial pada seni Kanada dan identitas budaya negara itu sehingga karya seninya digambarkan pada uang kertas $20 dari seri Canadian Journey, yang dicetak antara tahun 2004 dan 2012. Dia adalah putra seorang Skotlandia- Ayah Jerman dan ibu dari Kaadaas gaah Kiiguwaay Raven/Klan Serigala T’anuu, bagian dari orang Haida.

Reid jadi kagum oleh seni Haida, serta walaupun beliau pula seseorang kreator perhiasan ahli, karya- karyanya yang sangat populer merupakan 3 patung perunggu rasio besar. 2 dari buatan itu menunjukkan kano yang nyaris penuh dengan wujud orang serta hewan, yang amat berlagak.

Janet Cardiff (lahir 1957)

Meskipun Janet Cardiff tinggal dan bekerja di Berlin , Jerman, bersama dengan pasangannya (baik dalam seni maupun kehidupan) George Bures Miller, ia lahir di Brussels, Ontario. Cardiff paling terkenal dengan “jalan audionya”, tur interaktif di mana pengunjung dituntun ke serangkaian lokasi oleh panduan audio yang dibuat oleh artis.

Selama berjalan-jalan, sang seniman menciptakan pengalaman yang menyatukan narasi fiksi dengan pengakuan lingkungan fisik seseorang. Karya seni yang dihasilkan membenamkan pemirsa di dunia alternatif, sambil membiarkan mereka mengakar kuat di lingkungan mereka.

Jeff Wall (lahir 1946)

Jeff Wall terkenal dengan gambar back-lit transparan skala besar, yang mulai ia hasilkan sekitar tahun 1977, tujuh tahun setelah ia lulus dengan gelar MA dari University of British Columbia.

Dengan latar balik seni abstrak, banyak dari foto- fotonya yang umumnya dipentaskan, menyinggung asal usul seni muka serta beliau kerap menggali gagasan mengenai representasi. Tidak hanya referensi ke artis douard Manet serta Diego Velázquez, Wall pula mengenang buatan pengarang populer era ke- 20 semacam Franz Kafka serta Ralph Ellison dalam karya- karyanya.

David Altmejd( lahir 1974)

Lahir di Montreal, artis David Altmejd membuat patung- patungnya memakai materi- materi semacam kusen, busa, plester serta karung, menghasilkan rendering antropomorfik yang belingsatan. Patung- patung ini, yang umumnya berdiri setinggi sebagian m, membuktikan lukisan ataupun bagian yang menumpang bertumpukan yang tidak teratasi.

Dalam buatan The Healers, misalnya, potongan- potongan bagian badan timbul dari tempat- tempat yang tidak biasa, kala perkembangan tangan seorang yang kelewatan merobek rongga di dadanya sendiri. Sosok- sosok itu berciuman serta ikut serta dalam seks oral, dalam amarah kebahagiaan serta beban orgiastic.

Shayne Dark (lahir 1952)

Shayne Dark mengawali pekerjaannya sebagai artis pada 1980- an serta sudah menghasilkan nama baik global buat dirinya sendiri. Patung- patungnya mengenang bentuk- bentuk organik dari area alam, namun kerap dicat dengan motif banyak yang membuktikan mutu buatannya. Patung- patung Dark ditempatkan bagus di dalam galeri ataupun di tempat biasa serta buas, menghasilkan ketegangan antara bumi alam serta adat. Di luar ini mereka dimaksudkan buat menciptakan respon kebatinan serta badan dari penonton.

Rebecca Belmore (lahir 1960)

Rebecca Belmore menggantikan seni di Kanada pada Venice Biennale 2005, di mana ia merupakan perempuan pribumi awal yang tampak di paviliun. Artis Anishinaabe- Kanada menghasilkan instalasi, pementasan, film serta arca yang berkaitan dengan asal usul serta peperangan warga adat Kanada.

Karya- karyanya, sekalian elok serta amat politis, kerap berhubungan dengan posisi khusus serta buyar selaku mimik muka ritualistik yang terikat pada badan, tanah, bahasa, kekerasan, serta penjajahan. Akhirnya, praktiknya mempunyai jalinan yang kokoh dengan bukti diri Kanadnya.

Jean-Paul Riopelle (1923-2002)

Jean-Paul Riopelle lahir di Montreal pada tahun 1923, dan mulai belajar menggambar sejak kecil. Pada tahun 1945, selama pendidikannya di cole du Meuble Montreal, ia menjadi anggota gerakan Les Automatistes, sekelompok seniman Montreal yang tidak setuju yang tertarik pada prinsip-prinsip surealisme dan fokusnya pada otomatisme eksplorasi tindakan yang dilakukan tanpa niat sadar.

Riopelle pindah ke Paris pada tahun 1947 dan, untuk waktu yang singkat, diasosiasikan dengan surealis di sana dia adalah satu-satunya orang Kanada yang berpameran dengan mereka.

Segera setelah itu, gaya lukisan sang seniman berubah dari surealisme menjadi abstraksi, dan inilah lukisan-lukisan yang paling dikenalnya. Kanvas ini menunjukkan impasto tebal dan tekstur yang dibuat dengan menggunakan pisau palet, spatula atau bahkan handuk. Dia juga dikenal telah melemparkan cat ke kanvasnya,